Kamis, 15 Oktober 2009

'sweet dream'

Curhat.....Curhat.....Curhat....."
Aku masih seperti kemarin, hari ini, dan ntah bagaimana selanjutnya i don't know !
Si Bodoh indah masih selalu bermimpi, mimpi yang aku yakini ini bukanlah sekedar mimpi belaka, sampai titik darah penghabisan perjuangan itu takan pernah aku akhiri dengan kata "MENYERAH"....
aku tak bermimpi menjadi orang terkaya di negeriku, aku tak bermimpi jadi pemimpin bahkan orang nomor satu di negeriku, kau tak pernah bermimpi jadi tuan putri dalam dongeng cinderlla..... yang aku mau adalah aku ingin jadi diriku sendiri yang selalu ingin dalam kesibukan yang bermanfaat, aku ingin menjadi seorang yang dapat membantu orang banyak. aku bermimpi menjadi seorang dokter "sweet dream" Dasar Bego, Bodoh, modal apa yang aku punya? uang kagak ada? otak pas-pasan? modal nyali kaleee..???" yaaaa.. aku hanya bermodalkan keinginan untuk mencapainya, kenapa tidak? toh pepatah mengatakan" banyak jalan menuju roma" akh jauh tuing....
akhhhh...mimpi itu terlalu tinggi buatku dan itu malah membuatku bukan bersemangat melainkan terus terbelenggu dalam ketidakberdayaan. guru? hmmm... tugas mulia, mencerdaskan anak bangsa dari kebodohan, lagi-lagi aku harus menelan kekecewaan pahit sebagai posisi diriku, modal? uangkah yang harus aku pertaruhkan untuk mencapainay? bukan? tapi restu orangtua, aku mendambakan restu mereka, memberi dukungan agar aku dapat mencapinya, inilah diriku dalam kekuranganku dalam kebodohanku dan dalam ketidakberdayaanku... tapi aku yakin "sweet dream" bukanlah mimpi belaka....
semangatlah indah jelek, Si Bodoh punya mimpi,,,,!!!!!!
planning yang telah aku rakit menjadi sebuah agenda kini bukanlah "the end" melainkan pending yaaa...aku masih punya 98% semangat dalam hatiku sisanay rapuh karena termakan pedihnya aku yang sering kali mendapat celaan kalo ini gak mungkin aku capai"... aku terlalu cengeng........tapi aku masih kuat......"
hahahhaa....Si Bodoh punya mimpi itulah julukan ku....."

Sabtu, 10 Oktober 2009

" Terlambatkah Aku"

Ntah tanggal berapa aku memulai merangkai kisah ini, awal kisahnya seorang wanita paruh baya yang usianya tak jauh denganku menghampiriku di tempat aku bekerja sekarang, dia memperkenalkan dirinya "Fauziah" dan mengajakku untuk berbincang-bincang, aku tertarik akan busananya yang agamis dan muslimah, aku tertarik akan kepandaianny tentang akidah, aku yang hobi dengan berbagai macam seminar dan diskusi aku merasa tergugah untuk tau lebih jauh tentang akidah dan agamaku sendiri...
Suatu ketika dia datang kembali ke tempat kerjaku namun bukan seorang diri melainkan ber 2 "Asiah", ajakan mereka untuk berteman denganku aku terima dengan terbuka, aku pikir inilah kesempatanku untuk tau tentang universitas di kotaku karena kebetulan mereka-mereka adalah seorang mahasiswa fakultas tarbiyyah.
Untuk yang ke-3 kali nya mereka datang kembali di tempat biasa kami bertemu, awalnya aku cerita-cerita, aku curhat tentang pengalamanku, mereka pun begitu, lambat laun arahnya menjadi tak mengerti, mereka berbicara tentang akidah agama dan aku tanpa curiga apa-apa dengan santai berbicara pada mereka, yang ku ingat mereka bercerita tentang seorang pemimpin dalam agama, aku tak mengerti tiba-tiba muncul seorang lelaki yang aku kira dia adalah seorang pembeli namun ternyata bukan. mereka mengatakan setiap orang harus punya pemimpin atau imam, setiap negara punya pemimpin juga, banyak larangan dan aturan dalam mereka, bahkan hak akupun tak diperbolehkan... singkat cerita aku di suruh membacakan ikrar janji pada ALLOH yang akan di tuntun seorang lelaki tadi yang mungkin mereka anggap adalah seorang pemimpin mereka.. aku tak di izinkan tau lebih jauh namun mereka bilang ikrar ini adalah kartu untuk masuk surga, serajin-rajinnya kita beribadah tanpa di bekali kartu ikrar ini maka gugurlah amlmu didunia. aku tak pernah mendngar hal ini, aku menangis dalam kebimbangan, hatiku mengatakan aku tak boleh, namun otakku mengatakan lanjutkanlah ini adalah kesempatanmu untuk mencari info kuliah agar aku bisa kuliah, mimpi yang selalu aku idam-idamkan, mimpi yang bukan hanya sekedar mimpi, mimpi yang akan aku buktikan kelak.. insyaalloh...
Aku pun mengikuti apa yang mereka ucapkan dengan air mataku yang berlinar deras... aku terhimpit, aku berharap ada seorang pembeli yang akan menghalangiku berikrar, semua nihil akupun tenggelam dalam mereka. sekitar 1 jam mereka pun meninggalkan aku denagn wajah bahagia, ntah bahagia karena aku ikut mereka atau bahagia karena kebodohanku.. aku tak tahu...
setelah kejadian itu aku enggan melakukan aktivitas, aku bagai orang hidup tanpa nyawa, aku bergerak buakn sesuai kehendakku seperti ada yang mengontrolku, aku tak bisa tidur, dalam hatiku beribu penyesalan, aku buntu tak tau arah, yaaa aku ingat Ibu Hilmi, guruku sekaligus bundaku, sekaligus segalanya buatku, mungkin melalui beliau akan memberiku petunjuk. setelah idul fitri aku menemuinya, aku ceritakan apa yang terjadi, maka tersentaklah ibu, ibu melarangku untuk ikut pada mereka. ibu menceritakan tetangganya yang meninggal karena sakit hati oleh anaknya yang mengalami hal yang aku ceritakan tadi. ibu berdoa untukku dan memberiku petunjuk untuk mengucapkan "maaf" pada mereka.
Ke-4 kalinya mereka datang kembali menemuiku, aku takut, tapi aku harus berani menyampaikan amanat ibu hilmi untukku, yaaa betapa payahnya diriku, lagi-lagi aku harus bentrok dengan hbatinku, aku menangis tanpa alasan, apa yang terjadi..??? mereka yang datang dengan jumlah yang banyak, aku gugup, aku takut....
mereka banyak mengatur tentang aku, aku harus memberi imfak 2.5% dari upahku, bayangkan,,bukanlah imfak itu dengan dasar ikhlas bukan karena paksaan... aku gerah.. aku takut...selalu merasa takuttt...
ingin rasanya pada hari itu aku kabur, ingin rasanya aku kembali ke ciamis, kota tentramku, tapi bu hilmi mengajariku, ibu menuntunku, " namanya manusia tiada henti untuk belajar"..
Terlalu banyak pengalaman yang aku lalui, aku tak tahu arahku kemana, aku berdiri di tepi jurang.. aku masih dalam keadaan takut, lelah, pusing, rumet, tapi aku harus maju, air mata ini terlalu sering berurai, kepahitan, penghianatan,terampas hakku, kecewa, hancur, telah aku telan dengan kerasnay jalanku...
Kisah ini hingga saat ini belum berakhir, belum selesai aku menyampaikan kata "maaf" aku masih dalam sendiri dan ketidak berdayaan.." tolonglah aku......."

Sabtu, 03 Oktober 2009

Kenapa Wanita Menangis Tanpa Alasan

(Kafemuslimah.com)

Seorang anak laki-laki kecil bertanya kepada ibunya “Mengapa engkau menangis?”

“Karena aku seorang wanita”, kata sang ibu kepadanya.

“Aku tidak mengerti”, kata anak itu.

Ibunya hanya memeluknya dan berkata, “Dan kau tak akanpernah mengerti”.

“Kemudian anak laki-laki itu bertanya kepada ayahnya,”Mengapa ibu suka menangis tanpa alasan?”

“Semua wanita menangis tanpa alasan”, hanya itu yang dapat dikatakan oleh ayahnya.

Anak laki-laki kecil itu pun lalu tumbuh menjadi seorang laki-laki dewasa, tetap ingin tahu mengapa wanitamenangis. Akhirnya ia menghubungi Tuhan, dan ia bertanya, “Tuhan, mengapa wanita begitu mudah menangis?”

Tuhan berkata: “Ketika Aku menciptakan seorang wanita, ia diharuskan untuk menjadi seorang yang istimewa. Aku membuat bahunya cukup kuat untuk menopang dunia; namun, harus cukup lembut untuk memberikan kenyamanan “

“Aku memberikannya kekuatan dari dalam untuk mampu melahirkan anak dan menerima penolakan yang seringkali datang dari anak- anaknya “

“Aku memberinya kekerasan untuk membuatnya tetap tegar ketika orang-orang lain menyerah, dan mengasuh keluarganya dengan penderitaan dan kelelahan tanpa mengeluh “

“Aku memberinya kepekaan untuk mencintai anak-anaknya dalam setiap keadaan, bahkan ketika anaknya bersikap sangat menyakiti hatinya “

“Aku memberinya kekuatan untuk mendukung suaminya dalam kegagalannya dan melengkapi dengan tulang rusuk suaminya untuk melindungi hatinya “

“Aku memberinya kebijaksanaan untuk mengetahui bahwa seorang suami yang baik takkan pernah menyakiti isterinya, tetapi kadang menguji kekuatannya dan ketetapan hatinya untuk berada disisi suaminya tanpa ragu”

“Dan akhirnya, Aku memberinya air mata untuk diteteskan. Ini adalah khusus miliknya untuk digunakan kapan pun ia butuhkan.”

“Kau tahu: Kecantikan seorang wanita bukanlah dari pakaian yang dikenakannya, sosok yang ia tampilkan, atau bagaimana ia menyisir rambutnya.”

“Kecantikan seorang wanita harus dilihat dari matanya, karena itulah pintu hatinya – tempat dimana cinta itu ada.”

Jumat, 02 Oktober 2009

"SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1430H"

Kamis, 01 Oktober 2009

'si jelek"

lutchu, ketawa geli ku...jhahaha....
tapi ini nyata yang aku alami sekarang-sekarang ini, aku jatuh cinta sebelum aku tahu tampang, rupa, serta ID lainnya pada dirinya, tapi dia adalah kekasihku, yang ku panggil "si jelek".
sebelum aku melihat dirinya di depan mataku, aku tak yakin bahwa dia akan mencintai aku apa adanya. lagipula awalnya aku hanya iseng-iseng, toh dia juga menganggap ini cuma permainan.
setelah aku benar-benar melihat dirinya berdiri tegap didepan mataku dengan jaket putih dan ransel hitam dipundaknya, subhanallah, Engkau mengirimkan sesosok pria sholeh untukku. Terimakasih ya Alloh, ucapku dalam hati... dia tersenyum lepas di pandangaku...
serangkai cerita melelahkan yang ku jalani, aku tak ingin sekit hati lagi, aku tak ingin patah hati lagi, aku yakin dia pilihan terakhirku, aku yakin dia obat luka hatiku, perjalanan pahit yang acap kali aku lalui menuntunku untuk menjadi lebih dewasa menyikapi hal ini, aku tak boleh terburu-buru tapi yakin dialah pendamping hidupku, tapi hati ini menitikan air mata dan yakin dialah orang yang Alloh kirimkan untukku. insyaalloh......
"si jelek" kupanggil dia begitu, dia telah menjadikan hari-hariku menjadi lebih tersenyum.
aku tak pernah bermuluk-muluk, harta bukan segalanya, walawpun seorang peng-import ikan mas*, walawpun seorang yang bermobil banyak*,lulusan perguruan tinggi ternama*, aku tak pernah pandang itu, yang ku ingin adalah "hasil kebersamaan", cintaku takan tergantikan dengan uang atau kekayaan.(* maaf bagi pembaca yang merasa tersinggung).
perih memang, andai memang aku seorang hartawan, dengan kata pedasku dan kata kasarku "aku tak hiraukan itu".
alhamdulillah dari masa pahitku itu aku bisa ambil hikmahnya, dan buah dari hikmah itu adalah mensyukuri nikmat-Nya.
walaupun dia bukan kekasih pertamaku tapi semoga "si jelek" adalah pendamping hidupku hingga akhir hayatku. aminn..."