Sabtu, 16 Januari 2010

jangan biarkan aku tenggelam dalam mimpi

Rabu, 06 Januari 2010

coretan....

siang ini tangerang panas buangetz yaa...??? debu, angin dan hujan udah jadi sahabatku kini, yaa..timbul-timbulnya yang jelas jerawat, kulit kering item dan kasar,, haha..itu diriku sekarang.
tapi aku tak pedulikan bagaimana kondisiku sekarang, style dalam waktu 5-10 menit aku bisa kog, tapi mencari uang untuk biaya kuliah aku membutuhkan waktu yang cukup teramat dan sangat lama. lebay kah aku, isrofkah mungkin.kitu-kitu keneh (itu-itu juga artinya berlebihan).
kalo udah tengah hari panas dan pengap terlintas aku melamun dan teringat mimpiku, dengan curahan ini akan ku deratkan semua unek-unek dalam hati, daripada aku bercerita sama teman dekat malah bikin ribet trus ujung-ujungnya malah banyak yang di tambah-tambahin dan pokoknya jhahahha...kacau, aku sering di khianati temen dekat loh... kalo sama mamah aku malu+gimana gitu gak enak, ntar di sangkanya aku tuh bermimpi terlalu tinggi, kah malah jadi negatif thinking dCh, kalo sama bapak dulu pernah sCh tapi ya gitu kau di omelin karena mimpiku terlalu tinggi, semua gak da yang bisa nampung curahan hatiku. payah akh...
ni mimpiku ini ya...!!! aku ingin naik haji di usiaku yang masih muda ( uang dari mana..??? sholat aja belang betong) keinginan itu teramat kuat bagiku, selain mimpiku selagi kecil ketika menimba ilmu di pesantren kilat Ad Daarul fallah, aku juga sering menangis melihat mereka-mereka yang beruntung untuk menunaikan ibadah haji, mimpiku yang ke-2 adalah aku ingin sekali kuliah jurusan kebidanan, aku ingin kuliah di Akbid Assyifa-Tangerang, selain biayanya yang mahal, lagian juga otakku cuma pas-pasan, hahaha...kata lain nya mungkin aku di ibaratkan laptop celeron M milikku. mimpiku yang ke-3 aku ingin menikah dengan laki-laki yang aku sayangi, orang yang sangat sayang aku sekarang ini, orang yang memiliki perjalan hidup yang perih yang sama pernah aku alami dulu mungkin saja dari pertama hidup meneguk pahit getirnay perjalan, insyaalloh bisa saling menguatkan dan bersama-sama berjuang untuk mencapai mimpi, mimpi ku yang ke-4 aku ingin punya rumah dan hidup mengarungi bahtra rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warrohmah..insyaalloh aku ingin memiliki anak yang sholeh dan akan ku niatkan itu dari hari ini denangan sikapku yang sholeh juga, walau terkadang aku malah lebihsering lupa dan sering melakukan kesalahan, hah... mimpi yang sempurna namun sulit untuk aku jalani, enteng-enteng susah.." tapi aku bersyukur masih bisa bermimpi walau terkadang aku bosan dengan mimpi.
semoga suatu saat yang aku mimpi dan aku perjuangkan saat ini, dapat terlaksana dan terwujud atau terkabul( kitu-kitu keneh).aminn...
unek-unek na hate ayeuna teh rada bingung oge kana paemutan, hoyong maksakeun kuliah ka Akbid Assyifa, dengan berharap rizki mah datang dari mana sajah, tapi aku juga tak mau membebankan pikiran orangtuaku, yang aku bingungkan lagi, kata kekasihku lebih baik aku jangan dulu kuliah soalnya sebentar lagi kalo misalna pareng dan insyaalloh semua jadi tanpa halangan kita akan menikah dan kuliah mungkin terbengkalai, syukur-syukur kalo kerjanya suamiku masih dekat-dekat kampus coba kalo misalnya jauh, kan amburadul... trus kalo misalnya ntar menikah kuliah, apa otakku masih bisa menampung ilmu sedangkan aku pernah baca suatu buku "kecerdasan wanita tergantung usia, semakin dia tua maka kecerdasan itu akan semakin menurun" wah pantesan suka ada nenek-nenek pikun..hahaha....
aku ingin sesudah menikah nanti aku tinggal kerja dan mengurusi suami bukan malah membebani suami, tapi ini semua baru mimpi, sweet dream..."
gak apa-apalah yang terpenting aku bia mencurahkan ini, daripada di pendm sendiri, tapi mungkin sifatku gini, aku tak pernah mau berbagi cerita masalah/kehidupanku pada teman dekatku/ siapa pun, aku tak mau mereka terlalu jauh ikut campur dalam kehidupanku karena ujung-ujungnya pasti tak jauh dari timbul masalah baru...' negatif thinking...

Sabtu, 02 Januari 2010

Aku?

BISMILLAHIRROHMANIRROHIM...”
Ntah bodoh atau apalah aku ini, saat seseorang yang menyayangiku yang sebentar lagi adalah calon pendamping hidupku dan pastinya orang yang amat menyayangiku kini telah bersamaku, menggapai dan merakit sebuah mimpi, mimpi balasan serta amanat dari Sang Pencita, Alloh Swt.....
aku malah sempat2nya terlintas bayangan bodohku saat bersamanya, "Muhtadin namanya" yang kini menjadi kekasih orang, Ria Indriani nama kekasihnya saat ini", aku akui, aku bodoh mengingat lelaki yang pernah mendzolimiku, mengkhianatiku serta pergi dan menghina keluargaku, aku teramat bodoh namun ku sadar walau bagaimanapun dia adalah lelaki yang pernah menjadi bagian dari hidupku, seakan aku belum puas terhadap Muhtadin, aku ingin dia meminta maaf kepadaku serta kepada keluargaku yang paling utama atas kesalahannya, aku siCh udah memaafkannya tapi bagaimana dengan sakitnya orangtuaku.

Aku masih mengingat jelas bagaimana hancurnya aku, awalnya memang aku bodoh mempercayai seorang kakek tua yang mengatakan bahwa jodohku akan datang dalam waktu dekat , aku pikir dia adalah Muhtadin karena tak disangka aku bertemu dengannya di hotel mussyafira yogyakarta, singkat cerita, aku menjalin cinta mungkin hanya status itu yang aku rasakan karena jarak ciamis-jogjakarta, aku tak pernah menyentuh handphone 7610-nya, aku tak pernah bisa membuka privasinya, semua serba rahasia, aku mungkin terlihat bodoh di depannya karena tak pernah berani bagaimana kehidupannya, yang ku pikirkan saat itu aku lelah menjalin hubungan yang tak srius, aku ingin yang pasti-pasti, kekasih terakhirku, aku merasa yakin kalo muhtadin tak mungkin membohongiku seperti yang pernah dia ucapkan padaku karena dia adalah ketua KPM Galuh Rahayu, aku mempercayainya, aku jaga nama baiknya yang padahal dalamnya busuk, aku tahu bagaimana busuknya muhtadin sewaktu SMA, Rissa sahabatku yang memberitahuku karena Rissa adalah tetangga Muhtadin, semua penuh kebusukan, bohong besar, muhtadin bertopeng.
saat muhtadin tertidur lelap, aku berusaha membuka ponsel 7610-nya, ku baca sms dari nenx ia panggilan kekasihnya, ku catat nomor di phonebookku, ku tanyakan langsung pada muhtadin, dia malah memakiku " ntoslah neng ulah loba nanya, rudet saya mah, kalo kamu gak mau saya atur, kamu akan nyesel nantinya" jderrrrrrrr...hatiku hancur, awal dia mendzolimiku..
ku telpon wanita itu, awalnya baik, tapi lama2 aku penasaran juga, aku miskol nomor 087878363986 (aku berpacar dengan muhtadin tanggal 10 oktober dan ria dengan muhtadin berkisar november-desember), dan nomor itupun menelponku, dia menanyakan siapa aku, dengan santai aku jawab " aku pacarnya a muhtadin", ekh...dia malah cerewet panjang lebar yang intinya mungkin dia melabrakku, aku tersentak kaget karena aku pikir ria yang mereka panggil neng ia adalah kelurga dari a muhtadin, aku smsan bersamanya, tanpa sadar aku malah becanda dengannya, aku bermaksud becanda bukan srius namun ia, aku tak tahu sifatnya dia mengadu domba antara aku dan a muhtadin, serentak muhtadin memakiku, aku yang hanya mendengarkan ocehanya, aku tak pernah di maki2 oleh orangtuaku sendiri sedangkan oleh oranglain aku di maki2 dengan kejamnya. Sedih...namun itu mungkin jalanku...!!!

Aku akui aku berjalan antara sadar dan tak percaya, aku yang rajin menjalankan puasa senin-kamis, sholat dhuha, tahajud dan sholat hajat, namun sikapku amat hina, akupun dzolim pada diriku sendiri, membiarkan aku terus terjerumus ke kubah dosa, aku menangis dalam sujud tahajudku, aku tak mau seperti ini, muhtadin jahat, aku dzolim, dalam doaku aku memohon agar aku segera keluar dari sakit hati ini, sakit yang amat dalam. Berbulan hampir menginjak 1 tahun aku tutupi kebusukan muhtadin, aku cukup bersabar namun mereka seakan memberi muntahan untukku, detik2 menghadapi ujian aku terus2an di maki di ultimatum oleh kebohongan dan kebusukan muhtadin hingga saat ujian tiba tepatnya hari selasa, aku di kirimi pesan via sms “udahlah indah, kamu jangan ngejar2 lagi muhtadin, kamu hanya mau ngeret hartanya saja, aku tahu orangtuamu mungkin bekerja sebagai apa, kamu tu gak pantes bersama muhtadin” ( aku lupa teks aslinya, Cuma bahasa itu mengarah ke sana hampir sama) miris hatiku, kebetulan bapakku ada bersamaku, karena bapakku tau bagaimana kondisiku yang selalu menangis dan ngurung di kamar.

Saat itu aku baru melihat betapa sedihnya bapakku, menitikan air mata dan memelukku..” yang penting kamu ujian yang benar yah indah” ujar bapakku.

Singkat cerita, ujianpun selesai, aku di hubungi kembali sama neng ia, selamat atas ujian nya selesai mudah-mudahan nilaimu baik, “terimakasih teh” jawabku.

Pada saat surat kelulusan ada di tanganku, aku mengabari bapakku kalau aku mendapatkan nilai ujian yang sangat bagus, aku memberitahukan kak arif kakak dari muhtadin, serta muhtadin dan yang terakhir aku kabari neng ia, aku bercerita “ teteh kata kak arif, teteh gak mungkin bakal pacaran atau jadi istri muhtadin karena apa? Karena teteh masih saudara satu turunan” namun apa balik jawabnya, lagi2 neng ia mengadukannya sama muhtadin, dan lagi2 aku di maki-makinya hingga akhirnya muhtadin memutuskan aku tepat saat pembagian surat kelulusanku, mungkin aku bahagia terlepas dari jeratnya yang penuh kedzoliman, aku bahagia terbebas dari kebusukan muhtadin dan hanya aku yang tahu, mungkin aku bahagia dan teramat bahagia karena kini aku takan di maki-maki oranglain lagi..Alloh mendengar doa ku.

Hanya ingin muhtadin tau, mungkin aku bukanlah orang terpandang di kampungku, mungkin aku bukanlah kembangdesa yang harus di perjuangkan, aku tak berniat sedikitpun demi Alloh aku tak ada niat mengeret hartamu, buat apa bagiku itu adalah penderitaan teramat besar buatku., kini aku hanya berdoa mudah-mudahan muhtadin menyadari siapalah orang yang salah itu, Ria lah yang memulai ini, dan engkau muhtadin, engkaulah yang memainkan semua drama ini, dan aku, kau engkau jadikan korbannya.

Ya Alloh buktikanlah kebenaran itu, dan Alhamdulillah kini Alloh mengirimkan sesosok pria yang teramat menyayangiku, insyaalloh dia akan menjadi pendampingku “ dadan kurnia namanya” aku amat menyayangi dadan, ya Alloh..

Perjalanan hidup yang ku alami, akan ku tutp dan ku ganti dengan memori ridho-Mu ya Alloh, dalam janji suci dan ikatan yang kaqiqi..aminn.

Aku tidak melupakanmu muhtadin hanya ku tuangkan dalam bagian ceritaku, gelang dolphin yang kau belikan untukku waktu stady tour di yogyakarta masih ku simpan, namun ku simpan dalam kotak hitam dan ku kubur dalam tanah, serta buku ujian nasional yang juga engkau belikan untukku, masih ku simpan rapih di memorial kelamku..terimakasih semua pihak-pihak yeng terlibat, mohon maaf atas segala salah in, ini hanya luapan hati in, in pengen kehidupa mendatang lebih tenang. Aku telah mengubur cerita ini mulai saat ini.

"welcome to my life....."

I Love My Life, Before-Present and After

" SELAMAT TAHUN BARU 2010"

Kamis, 19 November 2009

Tetesan mata hati

Terkadang aku suka mengeluh kenapa kehidupanku berbeda dengan kebanyakan orang? Rasanya tak adil ketika melihat oranglain dengan materi yang lebih. Terkadang juga iri ketika melihat mereka berfoya-foya dengan uang mereka untuk bersenang-senang.
kenapa aku tidak seperti mereka, yang tidak perlu berhitung kembali ketika harus menggunakan uangnya..
sedangkan aku?
terkadang aku benci dengan kehidupanku sendiri, yang harus selalu bersabar berharap ada keajaiban datang, berharap mungkin suatu hari keinginan itu bisa terwujud. tapi kapan?karena sampai detik inipun aku masih tetap menjadi seorang pemimpi..." kutipan seseorang.
(' cerita yang penulis tuangkan benar-benar mengingatkan aku yang terus tenggelam dalam mimpi, aku kira, hanya aku yang bernasib demikian, namun kini aku sadar, yang harus aku lakukan adalah bersabar dan berikhtiar sembari berdoa, aku yakin Alloh akan mempertunjukkan keadilan itu, aku harap pembaca ataupun penulis kutipan diatas dapat mengerti maksud aku, aku juga kini sedang berjuang meraih sesuatu yang mereka anggap akulah sang pemimpi, mimpi yang mereka lecehkan dan tanpa menghargai sedikitpun mimpiku *termasuk orangtuaku terkecuali ibuku')

Senin, 09 November 2009

PERCIKAN

Ntah harus ku mulai darimana bercerita kisahku saat ini... aku bahagia, tapi aku merasa rindu kampung halaman saat ku kecil dulu.
Setelah aku lulus dari Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Ciamis, dimana kawan-kawanku kesana-kemari sibuk memilah-memilih perguruan tinggi yang akan mereka tuju sementara aku hanya berdiam dikamar tanpa bergerak sedikitpun. yaaa uangku hanya ada 200rb saat itu, aku memaksakan diri untuk membeli formulir pendaftaran ke universitas negeri ternama di Purwokerto namun kawan-kawanku tak mengetahui itu, bahkan aku pernah mendaftarkan online ke universitas islam di yogyakarta.
Aku tak punya uang untuk menggapai semua mimpi yang ku yakini itu bukan mimpi, uangku habis dan aku tak menghiraukan formulir yang telah aku beli, jikalau aku diterima, aku gak akan mungkin dapat menggapainya, orangtuaku tak mengijinkan., mereka menganggap "kuliah hanya buang-buang uang, sementara wanita ujung-ujungnya didapur juga". bahasa itu malah buat aku semangat dan ingin membuktikan bahwa aku tak sama dengan kebanyakan wanita lain, mereka kuliah untuk cari pasangan begitulah yang aku lihat di lapangan.
Aku tak punya kekuatan untuk menentang kedua orangtuaku, karena sejak kecil aku memang penurut, mungkin keberuntungan belum memihak padaku, sekarang aku bekerja di sebuah counter selullar mini sembari online berharap aku temukan titik terang untuk cita-citaku, uang tabunganku tak pernah menetap, sebagian aku kasih pada ibu dan adikku, aku yakin walaupun uang tabunganku sedikit-sedikit terambil untuk ibu dan adikku ini takan menghalangi niatku untuk terus melanjutkan pendidikan kembali.
Hmm...kekasih yang selalu memberi aku dukungan, inilah kekuatan baruku namun terkadang aku sering menangis saat keheningan menyelimuti. cita-citaku masa kecil ingin menjadi seorang bidan atau seorang guru yang memiliki anak didik banyak dan berakhlak baik, mungkinkah aku dapat mengapainya?
akh benar kata bapakku "in itu terlalu tinggi untuk bermimpi"....
Ya Alloh hanya engkaulah yang Maha Mengetahui apa yang hambaMu pikirkan, kuatkanlah aku Ya Alloh, semoga aku dapat menggapai cita-citaku....
untuk sekarang-sekarang ini, ntah strategi apalagi yang harus aku lakukan untuk melangkahnya, aku sudah kehabisan akal, aku bagai sesosok gadis bodoh yang bermimpikan setinggi langit, apa yang aku punya?

Laskar Pelangi OST
oleh: Nidji

mimpi adalah kunci
untuk kita menaklukkan dunia
berlarilah
tanpa lelah sampai engkau
meraihnya

laskar pelangi
takkan terikat waktu
bebaskan mimpimu di angkasa
warnai bintang di jiwa

menarilah dan terus tertawa
walau dunia tak seindah surga
bersyukurlah pada yang kuasa
cinta kita di dunia

selamanya…

cinta kepada hidup
memberikan senyuman abadi
walau hidup kadang tak adil
tapi cinta lengkapi kita

laskar pelangi
takkan terikat waktu
jangan berhenti mewarnai
jutaan mimpi di bumi

menarilah dan terus tertawa
walau dunia tak seindah surga
bersyukurlah pada yang kuasa
cinta kita di dunia

selamanya…

Rabu, 04 November 2009

Cinta sejati seorang gadis

Ini adalah pengalamanku, pengalaman seorang gadis yang terjerumus dalam pergaulan bebas dengan lawan jenis.

Aku adalah seorang gadis yang sebentar lagi menginjak 19 tahun yang baru saja lulus dari Sekolah Menengah Atas Negeri di daerahku.
Ketika kanak-kanak hingga usiaku menginjak 13 tahun aku tinggal bersama nenek dan kakek pihak ibuku serta tumbuh dalam lingkungan yang cukup agamis. Meski aku tidak berjilbab, aku relative taat dalam beribadah dan selalu berusaha munjauhi larangan Alloh SWT. Aku dididik di tengah keluarga yang sangat patuh agama terutama kekak dan nenenkku. Hanya ada satu masalah, yaitu orangtuaku. Semenjak kecil aku tak dalam asuhan mereka, ini membuat aku iri dengan kawan-kawanku yang lain. Kondisi ini membuatku sulit meningkatkan kualitas imanku.
Ketika memasuki Sekolah Menengah Atas, aku pindah asuh bersama nenek dan kakek pihak bapak, disamping di daerah aku kecil daerahnya terbilang terpencil “leuweung” sehingga sekolah-sekolahan yang tersedia hanya tingkat SMP itu pun harus ku tempuh KM 3,5, tambah lagi hidupku bagai tinggal sebatangkara karena nenek dan kakekku telah di panggil Yang Maha Kuasa.
Di daerah baruku yang terbilang ramai alias pinggir kota rada legok dikit, aku tercengang melihat betapa bebasnya pergaulan disana. Laki-laki dan perempuan bercampur tanpa batas, hal yang dianggap tabu/pamali sudah tak terkendali, mereka anggap maksiat adalah hal biasa sudah mempublish. Maka, terjadilah konflik bathin dalam diriku.
Meski kemudian dengan seiring berlalunya waktu, aku justru mulai merasa dekat dan menaruh simpatik pada seorang pemuda, dan ternyata rasa itru berbalas. Akhirnya, kami saling mengungkapkan isi hati pada suatu waktu. Saat itu, demi menjaga harga diri, ku coba memberikan pengertian kepadanya bahwa perasaan semacam ini sebenarnya dilarang oleh agama. Untuk itu, kami pun sepakat menjaga hubungan agar jangan sampai melanggar batas. Salah satu caranya adalah dengan berbicara lewat telpon, meski harus ku lakukan dengan mencari-cari kesempatan saat rumah kosong, atau berpura-pura sedang berbicara dengan teman perempuanku jika kepergok.
Tanpa kami sadari, hubungan lewat telpon itu berkembang menjadi rasa ingin jalan bersama. Kamipun memberanikan diri untuk kelur berduaan, meski tahu bahwa jika laki-laki dan perempuan sengaja pergi berdua ketempat yang sepi, maka yang ketiga adalah setan.
Sedikit demi sedikit, aku mulai melanggar batas. Hingga akhirnya aku merasa tertekan dan berdosa lalu mengambil keputusan yang sangat menyakitkan. Kami putus. Aku menjauhinya dan dia meninggalkan aku. Tapi sebagai akibat, aku malah mengalami shock berat, karena cintaku yang dalam padanya, sebagaimana sebaliknya. Tak hanya itu, aku juga didera rasa takut jika ajalku tiba-tiba menjemput, menghadap Alloh SWT dalam kondisi penuh dosa seperti ini. Apa yang harus aku katakan kepada-Nya?
Hingga suatu hari dalam acara sujud syukur atas kelulusanku dari SMA di mesjid sekolahku. Disana, aku betul-betul dengan khusuk mengikutinya dan tiba-tiba ku rasakan kedekatan itu. Sebuah kedekatan kepada Alloh SWT yang menelusup kedalam sanubari, seperti aliran yang aneh namun nyaman. Kulihat orang-orang disekelilingku merasakan hal yang sama. Aku pun tersadar, ada banyak hal yang mesti aku lakukan dalam hidup ini, dan aku benar-benar menyesali sekian banyak kesalahanku yang telah lalu- namu n aku yakin Alloh Maha Pengampun. Saat itu juga, aku rasakan cinta yang begitu dalam terhadap-Nya.
Sejak kejadian tersebut, aku mulai berusaha sekuat tenaga untuk taat beribadah, dan mempersiapkan diri menyambut ajal. Sesungguhnya, betapa tenang hatiku ketika berada didekat-Nya karena Dia selalu melimpahkan kebaikan-Nya bagi diriku. Dialah Cinta Sejatiku.