Kamis, 01 Oktober 2009

'si jelek"

lutchu, ketawa geli ku...jhahaha....
tapi ini nyata yang aku alami sekarang-sekarang ini, aku jatuh cinta sebelum aku tahu tampang, rupa, serta ID lainnya pada dirinya, tapi dia adalah kekasihku, yang ku panggil "si jelek".
sebelum aku melihat dirinya di depan mataku, aku tak yakin bahwa dia akan mencintai aku apa adanya. lagipula awalnya aku hanya iseng-iseng, toh dia juga menganggap ini cuma permainan.
setelah aku benar-benar melihat dirinya berdiri tegap didepan mataku dengan jaket putih dan ransel hitam dipundaknya, subhanallah, Engkau mengirimkan sesosok pria sholeh untukku. Terimakasih ya Alloh, ucapku dalam hati... dia tersenyum lepas di pandangaku...
serangkai cerita melelahkan yang ku jalani, aku tak ingin sekit hati lagi, aku tak ingin patah hati lagi, aku yakin dia pilihan terakhirku, aku yakin dia obat luka hatiku, perjalanan pahit yang acap kali aku lalui menuntunku untuk menjadi lebih dewasa menyikapi hal ini, aku tak boleh terburu-buru tapi yakin dialah pendamping hidupku, tapi hati ini menitikan air mata dan yakin dialah orang yang Alloh kirimkan untukku. insyaalloh......
"si jelek" kupanggil dia begitu, dia telah menjadikan hari-hariku menjadi lebih tersenyum.
aku tak pernah bermuluk-muluk, harta bukan segalanya, walawpun seorang peng-import ikan mas*, walawpun seorang yang bermobil banyak*,lulusan perguruan tinggi ternama*, aku tak pernah pandang itu, yang ku ingin adalah "hasil kebersamaan", cintaku takan tergantikan dengan uang atau kekayaan.(* maaf bagi pembaca yang merasa tersinggung).
perih memang, andai memang aku seorang hartawan, dengan kata pedasku dan kata kasarku "aku tak hiraukan itu".
alhamdulillah dari masa pahitku itu aku bisa ambil hikmahnya, dan buah dari hikmah itu adalah mensyukuri nikmat-Nya.
walaupun dia bukan kekasih pertamaku tapi semoga "si jelek" adalah pendamping hidupku hingga akhir hayatku. aminn..."