Ntah bodoh atau apalah aku ini, saat seseorang yang menyayangiku yang sebentar lagi adalah calon pendamping hidupku dan pastinya orang yang amat menyayangiku kini telah bersamaku, menggapai dan merakit sebuah mimpi, mimpi balasan serta amanat dari Sang Pencita, Alloh Swt.....
aku malah sempat2nya terlintas bayangan bodohku saat bersamanya, "Muhtadin namanya" yang kini menjadi kekasih orang, Ria Indriani nama kekasihnya saat ini", aku akui, aku bodoh mengingat lelaki yang pernah mendzolimiku, mengkhianatiku serta pergi dan menghina keluargaku, aku teramat bodoh namun ku sadar walau bagaimanapun dia adalah lelaki yang pernah menjadi bagian dari hidupku, seakan aku belum puas terhadap Muhtadin, aku ingin dia meminta maaf kepadaku serta kepada keluargaku yang paling utama atas kesalahannya, aku siCh udah memaafkannya tapi bagaimana dengan sakitnya orangtuaku.
Aku masih mengingat jelas bagaimana hancurnya aku, awalnya memang aku bodoh mempercayai seorang kakek tua yang mengatakan bahwa jodohku akan datang dalam waktu dekat , aku pikir dia adalah Muhtadin karena tak disangka aku bertemu dengannya di hotel mussyafira yogyakarta, singkat cerita, aku menjalin cinta mungkin hanya status itu yang aku rasakan karena jarak ciamis-jogjakarta, aku tak pernah menyentuh handphone 7610-nya, aku tak pernah bisa membuka privasinya, semua serba rahasia, aku mungkin terlihat bodoh di depannya karena tak pernah berani bagaimana kehidupannya, yang ku pikirkan saat itu aku lelah menjalin hubungan yang tak srius, aku ingin yang pasti-pasti, kekasih terakhirku, aku merasa yakin kalo muhtadin tak mungkin membohongiku seperti yang pernah dia ucapkan padaku karena dia adalah ketua KPM Galuh Rahayu, aku mempercayainya, aku jaga nama baiknya yang padahal dalamnya busuk, aku tahu bagaimana busuknya muhtadin sewaktu SMA, Rissa sahabatku yang memberitahuku karena Rissa adalah tetangga Muhtadin, semua penuh kebusukan, bohong besar, muhtadin bertopeng.
saat muhtadin tertidur lelap, aku berusaha membuka ponsel 7610-nya, ku baca sms dari nenx ia panggilan kekasihnya, ku catat nomor di phonebookku, ku tanyakan langsung pada muhtadin, dia malah memakiku " ntoslah neng ulah loba nanya, rudet saya mah, kalo kamu gak mau saya atur, kamu akan nyesel nantinya" jderrrrrrrr...hatiku hancur, awal dia mendzolimiku..
ku telpon wanita itu, awalnya baik, tapi lama2 aku penasaran juga, aku miskol nomor 087878363986 (aku berpacar dengan muhtadin tanggal 10 oktober dan ria dengan muhtadin berkisar november-desember), dan nomor itupun menelponku, dia menanyakan siapa aku, dengan santai aku jawab " aku pacarnya a muhtadin", ekh...dia malah cerewet panjang lebar yang intinya mungkin dia melabrakku, aku tersentak kaget karena aku pikir ria yang mereka panggil neng ia adalah kelurga dari a muhtadin, aku smsan bersamanya, tanpa sadar aku malah becanda dengannya, aku bermaksud becanda bukan srius namun ia, aku tak tahu sifatnya dia mengadu domba antara aku dan a muhtadin, serentak muhtadin memakiku, aku yang hanya mendengarkan ocehanya, aku tak pernah di maki2 oleh orangtuaku sendiri sedangkan oleh oranglain aku di maki2 dengan kejamnya. Sedih...namun itu mungkin jalanku...!!!
Aku akui aku berjalan antara sadar dan tak percaya, aku yang rajin menjalankan puasa senin-kamis, sholat dhuha, tahajud dan sholat hajat, namun sikapku amat hina, akupun dzolim pada diriku sendiri, membiarkan aku terus terjerumus ke kubah dosa, aku menangis dalam sujud tahajudku, aku tak mau seperti ini, muhtadin jahat, aku dzolim, dalam doaku aku memohon agar aku segera keluar dari sakit hati ini, sakit yang amat dalam. Berbulan hampir menginjak 1 tahun aku tutupi kebusukan muhtadin, aku cukup bersabar namun mereka seakan memberi muntahan untukku, detik2 menghadapi ujian aku terus2an di maki di ultimatum oleh kebohongan dan kebusukan muhtadin hingga saat ujian tiba tepatnya hari selasa, aku di kirimi pesan via sms “udahlah indah, kamu jangan ngejar2 lagi muhtadin, kamu hanya mau ngeret hartanya saja, aku tahu orangtuamu mungkin bekerja sebagai apa, kamu tu gak pantes bersama muhtadin” ( aku lupa teks aslinya, Cuma bahasa itu mengarah ke sana hampir sama) miris hatiku, kebetulan bapakku ada bersamaku, karena bapakku tau bagaimana kondisiku yang selalu menangis dan ngurung di kamar.
Saat itu aku baru melihat betapa sedihnya bapakku, menitikan air mata dan memelukku..” yang penting kamu ujian yang benar yah indah” ujar bapakku.
Singkat cerita, ujianpun selesai, aku di hubungi kembali sama neng ia, selamat atas ujian nya selesai mudah-mudahan nilaimu baik, “terimakasih teh” jawabku.
Pada saat surat kelulusan ada di tanganku, aku mengabari bapakku kalau aku mendapatkan nilai ujian yang sangat bagus, aku memberitahukan kak arif kakak dari muhtadin, serta muhtadin dan yang terakhir aku kabari neng ia, aku bercerita “ teteh kata kak arif, teteh gak mungkin bakal pacaran atau jadi istri muhtadin karena apa? Karena teteh masih saudara satu turunan” namun apa balik jawabnya, lagi2 neng ia mengadukannya sama muhtadin, dan lagi2 aku di maki-makinya hingga akhirnya muhtadin memutuskan aku tepat saat pembagian surat kelulusanku, mungkin aku bahagia terlepas dari jeratnya yang penuh kedzoliman, aku bahagia terbebas dari kebusukan muhtadin dan hanya aku yang tahu, mungkin aku bahagia dan teramat bahagia karena kini aku takan di maki-maki oranglain lagi..Alloh mendengar doa ku.
Hanya ingin muhtadin tau, mungkin aku bukanlah orang terpandang di kampungku, mungkin aku bukanlah kembangdesa yang harus di perjuangkan, aku tak berniat sedikitpun demi Alloh aku tak ada niat mengeret hartamu, buat apa bagiku itu adalah penderitaan teramat besar buatku., kini aku hanya berdoa mudah-mudahan muhtadin menyadari siapalah orang yang salah itu, Ria lah yang memulai ini, dan engkau muhtadin, engkaulah yang memainkan semua drama ini, dan aku, kau engkau jadikan korbannya.
Ya Alloh buktikanlah kebenaran itu, dan Alhamdulillah kini Alloh mengirimkan sesosok pria yang teramat menyayangiku, insyaalloh dia akan menjadi pendampingku “ dadan kurnia namanya” aku amat menyayangi dadan, ya Alloh..
Perjalanan hidup yang ku alami, akan ku tutp dan ku ganti dengan memori ridho-Mu ya Alloh, dalam janji suci dan ikatan yang kaqiqi..aminn.
Aku tidak melupakanmu muhtadin hanya ku tuangkan dalam bagian ceritaku, gelang dolphin yang kau belikan untukku waktu stady tour di yogyakarta masih ku simpan, namun ku simpan dalam kotak hitam dan ku kubur dalam tanah, serta buku ujian nasional yang juga engkau belikan untukku, masih ku simpan rapih di memorial kelamku..terimakasih semua pihak-pihak yeng terlibat, mohon maaf atas segala salah in, ini hanya luapan hati in, in pengen kehidupa mendatang lebih tenang. Aku telah mengubur cerita ini mulai saat ini.
"welcome to my life....."
I Love My Life, Before-Present and After