Kamis, 19 November 2009

Tetesan mata hati

Terkadang aku suka mengeluh kenapa kehidupanku berbeda dengan kebanyakan orang? Rasanya tak adil ketika melihat oranglain dengan materi yang lebih. Terkadang juga iri ketika melihat mereka berfoya-foya dengan uang mereka untuk bersenang-senang.
kenapa aku tidak seperti mereka, yang tidak perlu berhitung kembali ketika harus menggunakan uangnya..
sedangkan aku?
terkadang aku benci dengan kehidupanku sendiri, yang harus selalu bersabar berharap ada keajaiban datang, berharap mungkin suatu hari keinginan itu bisa terwujud. tapi kapan?karena sampai detik inipun aku masih tetap menjadi seorang pemimpi..." kutipan seseorang.
(' cerita yang penulis tuangkan benar-benar mengingatkan aku yang terus tenggelam dalam mimpi, aku kira, hanya aku yang bernasib demikian, namun kini aku sadar, yang harus aku lakukan adalah bersabar dan berikhtiar sembari berdoa, aku yakin Alloh akan mempertunjukkan keadilan itu, aku harap pembaca ataupun penulis kutipan diatas dapat mengerti maksud aku, aku juga kini sedang berjuang meraih sesuatu yang mereka anggap akulah sang pemimpi, mimpi yang mereka lecehkan dan tanpa menghargai sedikitpun mimpiku *termasuk orangtuaku terkecuali ibuku')