Senin, 09 November 2009

PERCIKAN

Ntah harus ku mulai darimana bercerita kisahku saat ini... aku bahagia, tapi aku merasa rindu kampung halaman saat ku kecil dulu.
Setelah aku lulus dari Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Ciamis, dimana kawan-kawanku kesana-kemari sibuk memilah-memilih perguruan tinggi yang akan mereka tuju sementara aku hanya berdiam dikamar tanpa bergerak sedikitpun. yaaa uangku hanya ada 200rb saat itu, aku memaksakan diri untuk membeli formulir pendaftaran ke universitas negeri ternama di Purwokerto namun kawan-kawanku tak mengetahui itu, bahkan aku pernah mendaftarkan online ke universitas islam di yogyakarta.
Aku tak punya uang untuk menggapai semua mimpi yang ku yakini itu bukan mimpi, uangku habis dan aku tak menghiraukan formulir yang telah aku beli, jikalau aku diterima, aku gak akan mungkin dapat menggapainya, orangtuaku tak mengijinkan., mereka menganggap "kuliah hanya buang-buang uang, sementara wanita ujung-ujungnya didapur juga". bahasa itu malah buat aku semangat dan ingin membuktikan bahwa aku tak sama dengan kebanyakan wanita lain, mereka kuliah untuk cari pasangan begitulah yang aku lihat di lapangan.
Aku tak punya kekuatan untuk menentang kedua orangtuaku, karena sejak kecil aku memang penurut, mungkin keberuntungan belum memihak padaku, sekarang aku bekerja di sebuah counter selullar mini sembari online berharap aku temukan titik terang untuk cita-citaku, uang tabunganku tak pernah menetap, sebagian aku kasih pada ibu dan adikku, aku yakin walaupun uang tabunganku sedikit-sedikit terambil untuk ibu dan adikku ini takan menghalangi niatku untuk terus melanjutkan pendidikan kembali.
Hmm...kekasih yang selalu memberi aku dukungan, inilah kekuatan baruku namun terkadang aku sering menangis saat keheningan menyelimuti. cita-citaku masa kecil ingin menjadi seorang bidan atau seorang guru yang memiliki anak didik banyak dan berakhlak baik, mungkinkah aku dapat mengapainya?
akh benar kata bapakku "in itu terlalu tinggi untuk bermimpi"....
Ya Alloh hanya engkaulah yang Maha Mengetahui apa yang hambaMu pikirkan, kuatkanlah aku Ya Alloh, semoga aku dapat menggapai cita-citaku....
untuk sekarang-sekarang ini, ntah strategi apalagi yang harus aku lakukan untuk melangkahnya, aku sudah kehabisan akal, aku bagai sesosok gadis bodoh yang bermimpikan setinggi langit, apa yang aku punya?

Laskar Pelangi OST
oleh: Nidji

mimpi adalah kunci
untuk kita menaklukkan dunia
berlarilah
tanpa lelah sampai engkau
meraihnya

laskar pelangi
takkan terikat waktu
bebaskan mimpimu di angkasa
warnai bintang di jiwa

menarilah dan terus tertawa
walau dunia tak seindah surga
bersyukurlah pada yang kuasa
cinta kita di dunia

selamanya…

cinta kepada hidup
memberikan senyuman abadi
walau hidup kadang tak adil
tapi cinta lengkapi kita

laskar pelangi
takkan terikat waktu
jangan berhenti mewarnai
jutaan mimpi di bumi

menarilah dan terus tertawa
walau dunia tak seindah surga
bersyukurlah pada yang kuasa
cinta kita di dunia

selamanya…